ATURAN ADAB BERBICARA,BERDEBAT MAUPUN BERPENDAPAT

Sabtu, 15 Februari 2014
Adab Berbicara
1. Semua pembicaraan harus kebaikan, (QS 4/114, dan QS 23/3), dalam hadits nabi SAW disebutkan:
“Barangsiapa yang beriman pada Allah Subhanahu Wata’ala dan hari akhir maka hendaklah berkata baik atau lebih baik diam.” (HR Bukhari Muslim)
2. Berbicara harus jelas dan benar, sebagaimana dalam hadits Aisyah ra:
“Bahwasanya perkataan Rasulullah Saw itu selalu jelas sehingga bisa difahami oleh semua yang mendengar.” (HR Abu Daud)
3. Seimbang dan menjauhi berlarut-larutan, berdasarkan sabda nabishallallahu alaihi wasallam:
“Sesungguhnya orang yang paling aku benci dan paling jauh dariku nanti di hari Kiamat ialah orang yang banyak bercakap dan berlagak dalam berbicara.” Maka dikatakan: Wahai Rasulullah kami telah mengetahui arti ats-tsartsarun dan mutasyaddiqun, lalu apa makna al-mutafayhiqun? Maka jawab nabi shallallahu alaihi wasallam:
“Orang-orang yang sombong.” (HR Tirmidzi dan dihasankannya)
4. Menghindari banyak berbicara, karena khuatir membosankan yang mendengar, sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Wa’il:
Adalah Ibnu Mas’ud ra senantiasa mengajari kami setiap hari Kamis, maka berkata seorang lelaki: Wahai abu Abdurrahman (gelar Ibnu Mas’ud)! Seandainya anda mau mengajari kami setiap hari? Maka jawab Ibnu Mas’ud : Sesungguhnya tidak ada yang menghalangiku memenuhi keinginanmu, hanya aku kuatir membosankan kalian, karena akupun pernah meminta yang demikian pada nabi shallallahu alaihi wasallam:
dan beliau menjawab kuatir membosankan kami (HR Muttafaq ‘alaih)
5. Mengulangi kata-kata yang penting jika dibutuhkan, dari Anas ra bahwa adalah nabi SAW jika berbicara maka beliau shallallahu alaihi wasallam:
mengulanginya 3 kali sehingga semua yang mendengarkannya menjadi faham, dan apabila beliau shallallahu alaihi wasallam:
mendatangi rumah seseorang maka beliau shallallahu alaihi wasallam:
pun mengucapkan salam 3 kali. (HR Bukhari)
6. Menghindari mengucapkan yang bathil, berdasarkan hadits nabishallallahu alaihi wasallam:
“Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan satu kata yang diridhai Allah Subhanahu Wata’ala yang ia tidak mengira yang akan mendapatkan demikian sehingga dicatat oleh Allah Subhanahu Wata’ala keridhoan-Nya bagi orang tersebut sampai nanti hari Kiamat. Dan seorang lelaki mengucapkan satu kata yang dimurkai Allah Subhanahu Wata’ala yang tidak dikiranya akan demikian, maka Allah Subhanahu Wata’ala mencatatnya yang demikian itu sampai hari Kiamat.” (HR Tirmidzi dan ia berkata hadits hasan shahih; juga diriwayatkan oleh Ibnu Majah)
7. Menjauhi perdebatan sengit, berdasarkan hadits nabi shallallahu alaihi wasallam:
“Tidaklah sesat suatu kaum setelah mendapatkan hidayah untuk mereka, melainkan karena terlalu banyak berdebat.” (HR Ahmad dan Tirmidzi)
Dan dalam hadits lain disebutkan sabda nabi shallallahu alaihi wasallam:
“Aku jamin rumah didasar surga bagi yang menghindari berdebat sekalipun ia benar, dan aku jamin rumah ditengah surga bagi yang menghindari dusta walaupun dalam bercanda, dan aku jamin rumah di puncak surga bagi yang baik akhlaqnya.” (HR Abu Daud)
8. Menjauhi kata-kata keji, mencela, melaknat, berdasarkan hadits nabishallallahu alaihi wasallam:
“Bukanlah seorang mu’min jika suka mencela, mela’nat dan berkata-kata keji.” (HR Tirmidzi dengan sanad shahih)
9. Menghindari banyak canda, berdasarkan hadits nabi shallallahu alaihi wasallam:
“Sesungguhnya seburuk-buruk orang disisi Allah Subhanahu Wata’ala di hari Kiamat kelak ialah orang yang suka membuat manusia tertawa.” (HR Bukhari)
10. Menghindari menceritakan aib orang dan saling memanggil dengan gelar yang buruk, berdasarkan QS 49/11, juga dalam hadits nabi shallallahu alaihi wasallam:
“Jika seorang menceritakan suatu hal padamu lalu ia pergi, maka ceritanya itu menjadi amanah bagimu untuk menjaganya.” (HR Abu Daud dan Tirmidzi dan ia menghasankannya)
11. Menghindari dusta, berdasarkan hadits nabi shallallahu alaihi wasallam:
“Tanda-tanda munafik itu ada 3, jika ia bicara berdusta, jika ia berjanji mengingkari dan jika diberi amanah ia khianat.” (HR Bukhari)
12. Menghindari ghibah dan mengadu domba, berdasarkan hadits nabishallallahu alaihi wasallam:
“Janganlah kalian saling mendengki, dan janganlah kalian saling membenci, dan janganlah kalian saling berkata-kata keji, dan janganlah kalian saling menghindari, dan janganlah kalian saling meng-ghibbah satu dengan yang lain, dan jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara.” (HR Muttafaq ‘alaih)
13. Berhati-hati dan adil dalam memuji, berdasarkan hadits nabi shallallahu alaihi wasallam, dari Abdurrahman bin abi Bakrah dari bapaknya berkata:
Ada seorang yang memuji orang lain di depan orang tersebut, maka kata nabi: “Celaka kamu, kamu telah mencelakakan saudaramu! Kamu telah mencelakakan saudaramu!” (2 kali), lalu kata beliau: “Jika ada seseorang ingin memuji orang lain di depannya maka katakanlah: Cukuplah si fulan, semoga Allah mencukupkannya, kami tidak mensucikan seorangpun disisi Allah, lalu barulah katakan sesuai kenyataannya.” (HR Muttafaq ‘alaih dan ini adalah lafzh Muslim)
Dan dari Mujahid dari Abu Ma’mar berkata: Berdiri seseorang memuji seorang pejabat di depan Miqdad bin Aswad secara berlebih-lebihan, maka Miqdad mengambil pasir dan menaburkannya di wajah orang itu, lalu berkata: Nabi shallallahu alaihi wasallam memerintahkan kami untuk menaburkan pasir di wajah orang yang gemar memuji. (HR Muslim)
Adab Mendengar
1. Diam dan memperhatikan (QS 50/37)
2. Tidak memotong/memutus pembicaraan
3. Menghadapkan wajah pada pembicara dan tidak memalingkan wajah darinya sepanjang sesuai dengan syariat (bukan berbicara dengan lawan jenis)
4. Tidak menyela pembicaraan saudaranya walaupun ia sudah tahu, sepanjang bukan perkataan dosa.
5. Tidak merasa dalam hatinya bahwa ia lebih tahu dari yang berbicara
Adab Menolak / Tidak Setuju
1. Ikhlas dan menghindari sifat senang menjadi pusat perhatian
2. Menjauhi ingin tersohor dan terkenal
3. Penolakan harus tetap menghormati dan lembut serta tidak meninggikan suara
4. Penolakan harus penuh dengan dalil dan taujih
5. Menghindari terjadinya perdebatan sengit
6. Hendaknya dimulai dengan menyampaikan sisi benarnya lebih dulu sebelum mengomentari yang salah
7. Penolakan tidak bertentangan dengan syariat
8. Hal yang dibicarakan hendaknya merupakan hal yang penting dan dapat dilaksanakan dan bukan sesuatu yang belum terjadi
9. Ketika menolak hendaknya dengan memperhatikan tingkat ilmu lawan bicara, tidak berbicara di luar kemampuan lawan bicara yang dikuatirkan menjadi fitnah bagi diri dan agamanya
10. Saat menolak hendaknya menjaga hati dalam keadaan bersih, dan menghindari kebencian serta penyakit hati.

MERAYAKAN MAULID NABI

MERAYAKAN maulid Nabi Muhammad Sallallahu alaihi wa sallam adalah amalan yang utama karena merupakan ungkapan suka cita dengan kelahiran nabi pembawa rahmat itu, dan juga merupakan ungkapan cinta kepada beliau.
Cinta kepada Nabi adalah salah satu pokok keimanan. Sabda Rasulullah: “Tidak disebut beriman salah satu di antara kalian sehingga aku lebih dicintai olehnya daripada orang tuanya, anaknya dan manusia seluruhnya.” (HR. al-Bukhari)
Diriwayatkan dari Buraidah al-Aslami, beliau berkata : Rasulullah Saw. pernah pergi dalam salah satu peperangan, ketika beliau kembali, ada seorang wanita berkulit hitam yang menyambut kedatangan beliau itu sambil mengatakan, “Ya Rasulullah, sungguh aku telah bernadzar, jika Allah mengembalikan engkau dengan selamat, aku akan menabuh rebana sambil bernyanyi di hadapanmu. Maka jawab beliau, “Kalau benar kamu telah bernadzar, maka tabuhlah, tetapi kalau tidak bernadzar, jangan kamu tabuh”.
Jika menabuh rebana sebagai ungkapan suka cita setelah kedatangan Nabi dari medan perang adalah hal yang disyariatkan, karena disetujui oleh beliau dan wajib melakukannya jika berupa nadzar, maka mengungkapkan suka cita atas kedatangan (kelahiran) beliau di dunia ini adalah hal yang lebih utama.
Jika Allah meringankan siksa Abu Lahab di neraka pada setiap hari Senin karena dulu mengungkapkan suka cita atas kelahiran Nabi Muhammad dengan memerdekakan budak perempuannya yang bernama Tsuwaybah, maka kira-kira apa yang akan dianugerahkan oleh Allah kepada kaum mukminin yang merayakan maulid Nabi?
Para ulama salafussalih sejak abad ke-4 dan ke-5 telah merayakan maulid nabi dengan macam-macam ibadah, seperti menyedekahkan makanan, membaca al-Quran, dzikir dan menyanyikan pujian-pujian kepada baginda Nabi. Hal itu telah dijelaskan oleh banyak ulama, seperti Ibnu Jauzi, Ibnu Katsir, Ibnu Dihyah al-Andalusi, Ibnu Hajar dan Jalaluddin al-Suyuthi.
Para ulama juga banyak yang menulis tentang keutamaan perayaan maulid Nabi dengan dalil-dalil yang shahih, seperti Ibnu al-Hajj dalam “al-Madkhal”nya dan Imam Jalaluddin al-Suyuthi dalam risalahnya yang berjudul “Husnul maqsid fi amal al-maulid.” [Sumber: Darul Ifta Masriyah, MAJLIS FATWA MESIR]

Manajemen dan Leadership Rasulullah SAW

Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam adalah sosok pribadi yang paripurna sehingga menjadi teladan utama terbaik bagi umat manusia, khususnya umat Islam dalam menjalankan kehidupan di dunia untuk meraih kebahagiaan kehodupan akhirat. Keteladanan tersebut bukan hanya dalam sisi tertentu atau beberapa sisi kehidupan, melainkan dalam semua sisi dan lingkup kehidupan; sisi intelektualitas, spiritualitas (keimanan), akhlak, fisik, kesehatan, mentalitas, manajemen, strategi, perencanaan, kemasyarakatan, kenegaraan, negosiasi, kesabaran, leadership (kepemimpinan) dan seterusnya.
Semua sisi tersebut dapat direalisasikan secara sempurna oleh Rasulullah dalam lingkup individu, rumah tangga, masyarakat dan bahkan dalam sebuah negara dan pemerintahan moderen pertama di dunia. Yang lebih mengagumkan lagi ialah pesona kepribadian Muhammad  shallallahu ‘alaihi wasallam yang sempurna itu bukan hanya dirasakan semasa Beliau masih hidup, akan tetapi memancar cahaya dan pengaruhnya setelah Beliau wafat dan sampai akhir zaman dan menjadi keharusan bagi umat Islam untuk meneladaninya. Tidak akan ada lagi manusia teladan terbaik di dunia ini setelah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam sampai dunia ini Allah hancurkan (kiamat). Allah menjelaskan: “Sungguh ada dalam diri Rasulullah keteladanan yang terbaik bagi kalian, yakni bagi orang yang mengharapkan pertemuan dengan Allah dan hari akhir dan berzikir dengan banyak“ (Al-Ahzab : 21).
Seperti yang sudah disinggung sebelumya, manajemen dan leadershipRasulullah adalah bagian hidup yang sangat menarik dan sangat istimewa. Melihat kondisi umat islam yang sedang terpuruk dalam semua sisi kehidupan saat ini, maka sisi mamanjemen dan leadership ini salah satu yang paling dibutuhkan umat Islam. Karena dengan memahami dan menerapkan manajemendan leadership Rasulullah dalam semua lini kehidupan, insya Allah kehidupan kita akan mengalami peningkatan dan perubahan ke arah yang benar seperti yang dialami generasi Sahabat, Tabi’in, Tabi’ittabi’in dan seterusnya.
Untuk membuktikan beatapa dahsyat dan efektifnya manajemen danleadership Rasulullah dapat kita saksikan pada perubahan besar-besaran yang terjadi dalam bangsa dan negeri-negeri Arab setelah mereka dipimpin Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Bangsa Arab sebelum dipimpin Rasulullah adalah bangsa pengekor, terdiri dari beberapa kabilah (susku) yang saling berperang di antara mereka, tunduk kepada kekuatan kerajaan Persia dan kerajaan Romawi, kekacauan terjadi dalam semua lini kehidupan; sejak dari kehidupan pribadi, rumah tangga, masyarakat, akhlak, intelektualitas, spiritualitas dan ekonomi sehingga melahirkan sebuah budaya primitif yang digambarkan Al-Qur’an sebaagi sebuah budaya kehidupan Jahiliyah.
Setelah dipimpin Rasulullah, bangsa Arab berubah menjadi bangsa pemimpin, yang sebelumnya bermusuhan dan saling berperang menjadi bersaudara, menjadi bangsa yang sangat ditakuti pasukan Persia dan Romawi dan menjadi bangsa yang sangat beradab, berakhlak mulia, hidup teratur, bersih lahir dan batin sehinga melahirkan budaya yang sangat manusiawi, intelek, cerdas, pemberani dan memiliki tanggung jawab sosial yang sangat tinggi. Itulah peradaban Islam yang tiada duanya sepanjang sejarah manusia di atas bumi ini. Peradaban tersebut bertahan sampai sekitar 13 abad lamanya membentang dari Jakarta sampai Maroko, dan bahkan menyeberang sampai ke Spanyol dan Eropa Timur lainnya. Sampai saat ini, aroma dan pengaruh peradaban mulia tersebut masih dapat dirasakan umat manusia sejak dari Timur sampai Barat.
Satu hal yang perlu kita yakini bahwa Rasul Allah yang mulia, Muhammadshallallahu ‘alaihi wasallam adalah seorang negarawan, panglima militer, hakim agung, legislator dan sekaligus kepala rumah tangga dan teman dekat bagi para Sahabat yang sangat mulia. Artinya, kegemilangan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bukan masalah manusia biasa, melaikan sudah menjadi kehendak Allah atau domain Rabbani, baik yang bersifat prinsip, jalan atau strategi dan juga tujuan. Sebuah skenario Allah terlihat dengan jelas dalam semua sisi kehidupan Beliau agar dapat dijadikan teladan yang benar dan tepat oleh umatnya di kemudian hari sampai kiamat terjadi.
Beberapa sisi leadership Rasuluillah berikut dapat kita jadikan teladan yang baik :
1.     Sisi Manajemen dan Leadership Rumah Tangga
Kendati Muhammad sebagai Rasul Allah dan pemimpin agung dan tertinggi umat Islam, namun penerapan manajamen dan leadership di rumah tangga Beliau sangatlah unik sehinnga tidak terlihat ngebos (menjadi bos besar) yang setiap saat dan detik wajib dilayani istri dan pelayan yang banyak sebagaimana halnya para pemimpin dunia lainya. Manajemen dan leadershipyang beliau terapkan sangatlah sederhana, namun sangat menyentuh sisi kemanusiaan para istri Beliau secara alami (fitrah) sehigga seakan Beliau adalah suami biasa dan tidak terlihat sedikitpun ketinggian, apalagi keangkuhan dalam dirinya.
Beberpa kasus berikut dapat menjelaskan hal tersebut sebagai sebuah fakta kehidupan rumah tangga Rasulullah yang aplikatif, bukan hanya sekedar nilai dan teori-teori kebaikan.
A. Rasulullah meletakkan bibirnya di tempat yang sama dengan bibir Aisyah dari gelas bekas Aisyah minum dan meminum sisa air minuman Aisyah. (Riwayat Muslim)
B. Rasullah bersandar di pangkuan Aisyah sedangkan ia sedang haidh. (Riwayat Muslim)
C. Rasulullah meminta Aisyah menyisirkan rambutnya dan memotong kukunya. (Riwayat Muslim)
D. Rasulullah sering menghirup udara malam (piknik) bersama Aisyah di malam hari. (Riwayat Al-Bukhari)
E. Rasulullah tertawa mendengar candaan istrinya. (Riwayat Al-Bukhari)
F. Rasulullah sering membantu istrinya menyiapkan keperluan rumah tangga. (Riwayat Al-Bukhari)
G. Rasulullah sering memberikan hadiah, khususnya daging kurban kepada sahabat-sahabat istrinya (Khadijah) setelah beliau wafat. (Riawayat Al-Bukhari)
H. Rasulullah Sering memuji istrinya dalam hal kelebihan mereka. (Riwayat Al-Bukhari).
I. Rasulullah menyatakan cinta pada istrinya. (Riwayat Muslim).
J. Rasulullah melihat sisi kebaikan dan kelebihan istrinya. (Riwayat Muslim)
K. Rasululullah tidak pernah menceritakan kepada orang lain privasi istrinya. (Riwayat Muslim).
L. Rasulullah sangat memahami perasaan istrinya baik dalam keadaan senang maupun marah. (Riwayat Muslim)
M. Rasulullah senang menerima hadiah dari istrinya (Riwayat Muslim)
N. Rasulullah sabar dan tahan menanggung perilaku istrinya yang kurang berkenan. (Riwayat Muslim)
O. Rasulullah tidak pernah kasar atau memukul istrinya (Riwayat An-Nasa’i)
P. Rasulullah menghibur istrinya dan menghapus air mata istrinya jika Beliau temukan istrinya sedang menangis. (Riawayat An-Nasa’i)
Q. Rasulullah pernah menyuapkan makanan pada istrinya. (Riawayat Al-Bukhari)
R. Rasulullah menghadirkan sendiri keperluan-keperluan istrinya. (Riwayat Al-hakim)
S. Rasulullah percaya pada istrinya. (Riwayat Muslim)
T. Rasulullah sangat pandai berbicara dalam menjaga perasaan istrinya. (Riwayat An-Nasa’i)
U. Rasulullah sangat adil di antara istri-istrinya. (Riwayat At-Tirmizi)
V. Rasulullah sangat menjaga dan memperhatikan istri-istrinya. (Riwayat Bukhari)
W. Rasulullah tetap bergaul seperti biasa (selain hubungan seks langsung) saat istrinya haidh. (Riwayat Bukhari)
X. Rasulullah suka mengajak istrinya musafir dengan melakukan undian di antara mereka. (Riwayat Bukhari dan Muslim)
Y. Rasulullah pernah melakukan lomba lari dengan Aisyah. (Abu Daud)
Z. Rasulullah suka memanggil istrinya dengan nama panggilan/gelar. (Riwayat Ahmad)
AA. Rasulullah suka menuturkan berbagai cerita pada istrinya. (Riwayat Bukhari)
BB. Rasulullah ikut serta dalam kegembiraan istrinya. (Riwayat Bukhari)
CC. Rasulullah tidak pernah menggunakan kata-kata kasar dalam rumah tangga. (Riwayat Ad-Daromi)
DD. Rasulullah menghormati kesukaan istrinya (Adabul Mufrad)
EE. Rasulullah sangat baik pada istri-istrinya. (Riwayat At-Tirmizi)
FF. Rasulullah kalau hendak menggauli istrinya saat pulang dari musafir memberikan kesempatan pada mereka untuk berhias diri. (Riwayat An-Nasa’i)
2.     Sisi Manajemen dan Leadership Kemasyarakatan/Sosial
Demikian pula halnya, kendati Rasulullah sebagai hamba pilihan dan paling mulia sejagad di sisi Allah, dalam pergaulan sehari-hari bersama para sahabat dan masyarakatnya tidak terlihat sedikitpun kesan perbedaan dengan mereka atau ketinggian diri di tengah-tengah mereka. Sebagai manusia, Rasulullah bergaul dengan sahabat dan masyarakat yang hetrogen (berbagai suku dan bangsa) sebagaimana manusia lainnya. Beberapa kasus berikut dapat pula kita jadikan bukti otentik bagaimana Rasulullah bermasyarakat dengan manajemen dan leadership yang sangat fantastik.
A. Saat Rasulullah bersama Sahabat menuju perjalanan ke Badar dalam suatu perjalan perang, jumlah mereka sekitar 1000 orang sedangkan kendraan kuda/onta mereka hanya sekitar 300 ekor, maka Rasulullah membagi setiap satu tunggangan untuk tiga orang sahabat. Lalu berkata : Saya, Ali dan Abu Lubabah satu kendraan. Ketika Rasulullah habis jatah menaiki kendraan tersebut, kedua Sahabat tadi memohon agar Beliau tetap di atas kendraan itu. Lalu Rasuluillah berkata : Tidak wahai Sahabatku. Kalian berdua tidaklah lebih kuat dari aku dan aktu tidak pula orang yang tidak membutuhkan pahala. (Riwayat Imam Ahmad)
B. Dalam suatu perjalan yang lain bersama para Sahabat saat hendak menyiapkan makanan. Ketika itu mereka sepakat memotong seekor kambing. Lalu Rasulullah membagi tugas di antara para Sahabat. Para Sahabatpun berlomba-lomba menawarkan diri untuk berkhidmat pada saudara-saudara mereka. Yang satu berkata : Saya bagian tukang potongnya. Yang lain lagi berkata. Saya yang akan mengulitinya. Yang lain lagi berkata : Saya yang akan memasaknya. Lalu Rasulullah berkata : Saya yang akan mengumpulkan kayu bakarnya. Ketika dikatakan pada Beliau, cukup kami saja yang mengerjakannya wahai Rasulullah, Beliaupun berkata : Saya tahu itu, akan tetapi Allah tidak suka melihat hamba-Nya berbeda dengan teman-temannya.
C. Ketika Rasulullah hijrah ke Madinah yang pertama kali Beliau lakukan adalah membangun Masjid. Lalu Rasulullah memerintahkan para Sahabat untuk membangunnya. Dalam proses pembangunan tersebut terlihat Rasulullah ikut serta dengan kedua tangan Beliau yang mulia. Terlihat Rasulullah sangat bersemangat dan pada waktu yang sama Beliau  memotivasi kaum Muhajirin dan Anshar dengan senandung Beliau yang mengandung nilai yang sangat tinggi dan maulia, “Yaa Allah, sesungguhnya tidak ada kehidupan yang hakiki kecuali hanya kehidupan akhirat. Sebab itu, tolonglah kamum Anshar dan Muhajirin”. (Ibnu Hisyam)
D. Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam mengetahui bahwa pasukan kaum Musyrikin Mekkah berkoalisi dengan berbagai Kabilah yang ada di sekitar Madinah dan juga kaum Yaghudi yang tinggal di Madinah untuk menyerang Rasulullah dan kaum Muslimin di Madinah, maka Rasulullah bermusyawarah dengan para Sahabat untuk mencari strategi yang terbaik menggagalkan rencana jahat pasukan multinasional kaum kafir tersebut. Lalu Salman Al-Farisi mengusulkan agar membangun parit. Rasulullahpun menerima usulan tersebut dan sebagai mana biasa, Rasulullah memenej sendiri pekerjaan penggalian parit tersebut dan terlibat secara langsung. Sebagaimana kebiasaan Rasuluillah memotivasi para Sahabat sambil bersenandung :” Yaa Allah, tidak ada kehidupan yang hakiki kecuali kehidupan akhirat. Sebab itu ampunilah kamum Anshar dan Muhajirin”. Mendengar ungkapan tersebut, para Sahabatpun menjawabnya : Kami adalah kaum telah berbai’at kepada Muhammad untuk berjihad sepanjang hidip.
Dari empat kasus yang dijelaskan di atas, jelas sekali bahwa Rasulullahshallallahu ‘alaihi wasallam dalam berinteraksi sosial dengan para Sahabat dan umatnya dalam berbagai kondisi dan sitausi mengirimkan beberpa pesan yang sangat mulia dan mahal dari sisi manajemen dan leadership yang Beliau terapkan. Beberapa karekteristik manajemen dan leadership tersebut dapat kita tangkap sebagai berikut:
  1. Sifat keikutsertaan dan kebersamaan dalam melakukan suatu program yang Beliau rancang dan tetapkan.
  2. Tawadhu’ atau rendah hati dalam pergaulan dan interaksi dengan para Sahabat dan pengikutnya.
  3. Mendahulukan kepentingan orang lain ketimbang kepentingan diri Beliau.
  4. Sangat piawai dalam bergaul sehingga para Sahabat dan pengikutnya tidak merasa dikelas-duakan, bahkan sama dengan Beliau dalam beramal dan berbuat.
  5. Sangat mencintai para Sahahat dan umatnya seperti Beliau mencintai diri dan keluarganya. Beliau siap capek, sakit dan bahkan bersabung nyawa akibat ancaman kaum kafir demi kasih sayang pada umatnya.
  6. Selalu menjaga penampilan yang bersih dan rapih bahkan wangi agar para Sahabat dan pengikutnya nyaman bergaul dan berdekat-dekat dengan Beliau. Dengan demikian, tidak ada perasaan dan fikiran negatif muncul dari para Sahabat. Yang muncul dari mereka tentang Rasulullah adalah perasaan senang, nyaman dan fikiran positif.
  7. Menempatkan para Sahabat semuanya sama di hadapan Allah. Yang paling mulia di antara mereka di sisi Allah adalah yang paling baik dan yang paling sempurna taqwanya.                                                                                                      
3. Sisi Manajemen dan Leadership Dakwah
Dalam menyampaikan dakwah Islam, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallamtiada duanya. Betapa tidak, dalam waktu singkat, yakni 23 tahun saja dakwah Islam sudah menggema hampir ke seluruh dunia. Nilai-nilai Islam yang Beliau sampaikan persis sama antara teori dan prakteknya sehingga tidak ada cacat pribadi apalagi cacat ajaran atau nilai yang didakwahkan Beliau kepada manusia.
Keberhasilan Rasulullah dalam berdakwah di antaranya disebabkan manajemen dan leadership yang Beliau terapkan berdasarkan bimbingan Allah Subhanahu Wata’ala. Di antaranya tergambar dalam beberapa kasus berikut :
A. Sebagai leader / pemimpin utama dakwah, beliau menguasai penuh dakwah yang didakwahkan baik teori maupun prakteknya. Sebab itu, Beliau sangat yakin akan kemenangannya seperti yang Beliau katakan pada Khabbab Ibnul Irt saat meminta didoakan agart datang kemenangan dan pertolongan saat di Mekkah. “Demi Allah agama ini pasti menang sehingga orang dapat berjalan dari Shan’a ke Hadhramaut (keduanya kota di Yaman) berjalan dengan aman, namun kalin kaum yang tergesa-gesa”.
B. Sebagai leader / pemimpin utama dakwah, Beliau memiliki kemampuan yang sangat prima dalam menyampaikan dakwah dan meyakinkan manusia yang didakwahinya kepada ajaran dan nilai-nilai yang terkandung dalam dakwah tersebut.
C. Sebagai leader / pemimpin utama dakwah, Beliau mampu mentarbiyah atau membina dan mengorganisasikan serta memenej sumber daya masnusia Muslimnya dalam sebuah organisasi atau jamaah yang efektif dan produktif sesuai dengan potensi pasing-masing anggota jamaah.
D. Sebagai leader/pemimpin, Rasulullah berhasil membangun tsiqah kamilah(percaya penuh) dalam diri para pengikutnya terhadap kepemimpinan Beliau. Faktor yang paling kuat yang melahirkan tsiqah kamilah dalam diri para Sahabat ialah karena pribadi Rasulullah adalah teladan yang sempurna dalam semua sisi kehidupan dan tidak ada paradok (pertentangan) antara teori dan prakteknya dan bahkan Beliau seringkali yang mencontohkan apa yang menjadi pemikiran dan anjurannya.
E. Sebagai leader/pemimpin, Rasulullah mampu mengenal setiap potensi postif yang ada dalam diri para Sahabat, baik potensi imaniyah, khuluqiyyah, fikriyyah dan sebagainya sehinga dikembangkan dan diarahkan sebaik mungkin. Pada waktu yang sama, Beliau juga memahami peninggalan-peninggalan sifat jahiliyah yang ada dalam diri para Sahabat sehingga Beliau menterapinya secara bertahap dan maksimal. Dengan demikian, potensi-potensi positif para Sahabat dan para pengikut Beliau mengalami perkembangan dan pertumbuhan terus dan pada waktu yang sama, bekas-bekas sifat jahiliyah yang masih tersisa dalam diri mereka dapat hilang secara bertahap sehingga mereka benar-benar menjadi pribadi-pribadi yang bersih. Metode yang diterapkan Rasulullah dalam menterapi para Sahabat terkenal dengan nama “tazkiyatunnafs”.
F. Sebagai leader/pemimpin, Rasulullah mampu mengatasi probelam / masalah yang muncul seketika. Kalau Rasulullah belum yakin pada penyelsainnya, biasanya Beliau diam sampai turun wahyu yang menjelaskan solusi dan inti permasalahanya, seperti “haditsul ifk” (peristiwa tuduhan palsu) terhadap istri Beliau ‘Aisyah berbuat serong dengan Shafwan. Dengan kemampuan tersebut, Rasulullah dapat menjalankan tugas Beliau dengan baik dan maksimal sebagai seorang pemimpin tanpa disbukkan oleh issu atau hal-hal yang tidak perlu.
G. Sebagai seorang leader/pemimpin, Rasulullah memiliki kemampuan yang luar biasa dalam menyelsaikan permasalahan-permasalah yang muncul di kalangan para Sahabat dan pengikutnya. Banyangkan, memenej kaum Muhajirin sebagai pendatang di Madinah yang memiliki karakter pedagang, keras dan tegas dengan kamu Anshar sebagai kaum pribumi di Madinah yang kebanyakan mereka hdiup sebagai petani yang lembut, santun dan kadang terkesan lamban, bukanlah perkara mudah. Rasulullah memahami kunci rahasianya, yakni dengan menciptakan persaudaraan Iman (ukhuwwah Imaniyyah) di antara mereka. Kalau iman sudah menjadi dasar ikatan, maka ikatan-ikatan lain seperti nasionalisme, suku, bahasa, warna kulit, status sosial dan sebagainya tidak lagi menjadi dominan dan pegangan seseorang. Karena ikatan iman adalah ikatan hakiki untuk meraih keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat.
H. Sebagai leader/pemimpin, Raulullah memiliki pandangan yang jauh ke depan (long vision). Long vision ini tentulah berdasarkan risalah Islam itu sendiri yang cakupan waktunya sampai akhir zaman, yakni sampai akhir umur dunia ini. Untuk membuktikan betapa jauhnya pandangan Rasulullah ke depan, beliau melakukan langlah-langlah berikut Pertama, Mentarbiyah dan mengkader para Sahabat dan pengikutnya dengan tarbiyah yag kuat dan sempurna dalam semua sisi diri; sisi imani, fikri (intelektualitas), jasadi, siyasi, jihadi dan iqtishadi persis berdasarkan wahyu yang Allah turunkan pada Beliau, tanpa sedikitpun mendahulukan pandangan-pandangan atau perasaan pribadi, kendati Beliau sangat cerdas dalam segala sisi. “ Dan dia tidak berfikir/berkata kecuali berdasar wahyu yang diwahyukan padanya” (Surah An-Najm : 3 & 4).
Tarbiyah Nabawiyyah inilah yang melahirkan the best generation (khairu Ummah) yang mejadi ulama, da’i dan mujahid-mujahid besar yang di tangan merekalah tersebar Islam ke seluruh penjuru dunia. Tarbiyah yang Rasulullah jalankan ini bukan hanya melahirkan generasi terbaik di zamannya, melain mampu pula mewariskannya dengan baik dan secara kontinu dari satu generasi ke generasi berikutnya selama lebih kurang 13 abad lamanya.
Kedua, Mendirikan sebuah negara yang kuat di Madinah yang dibangun di atas dasar kekuatan Iman, Islam, ukhuwwah imaniyyah, hijrah dan jihad, sumber daya manusia yang sangat berkualitas dan sistem kenegaraan yang sangat moderen mencakup aturan sesama kaum Muslimin, anatar kaum Muslimin dengan penganut agama lain dan hubungan internasional (antara Negera Madinah dan Negara-negara lain yang kuat saat itu) dengan mengirim surat diplomatik Islam kepada para pemimpin yang memiliki pengaruh kuat saat itu. Negara yang dibangun Rasulullah tersebut bukan hanya kuat dalam sisi konseptual, melainkan kuat pula dalam menghadapi seranagan dan upaya-upaya penghancuran yang dilakukan kekuatan-kekuatan dunia saat itu sehingga berfungsi sebagai pelindung masyarakat dan rakyat yang tinggal di dalamnya dan pada waktu yang sama kuat pula dijadikan sebagai munthalaq (base camp) penyebaran risalah Islam ke seluruh dunia. Sampai hari ini kita masih bisa menyaksikan kehebatan dan keisitimewaan kota Madinah yang dibangun Rasulullah tersebut.
Ketiga, Berhasil menanamkan pada para Sahabat dan pra pengikutnya, bahwa di balik risalah Islam yang sangat hak dan adil yang diperjuangkan siang dan malam itu tidak lain adalah jalan menuju kebahagiaan akhirat, yakni ridho dan syurga Allah yang kekal abadi, bukan kepentingan dunia yang tidak seberapa lagi fana. Hasilnya, mereka adalah orang-orang yang berorientasi akhirat dan terlepas dari penyakit “wahn” (cinta dunia dan takut mati”. Sebab itu tidak heran, seberat apapun tantangan dan ujian, sesulit apapun jalan kemenangan Islam dan sebahaya apaun jalan dakwah yang mereka alami, bagi mereka terasa ringan dan menyenangkan. Bahkan saat-saat yang paling sulit sekalipun, yakni saat dikepung musuh, generasi Sahabat Rasulullah, malah menjadikannya momen yang menyenangkan, menambah keimanan, ketakwaan dan tawakkal pada Allh. “yaitu orang-orang berkata kepada mereka, sesungguhnya manusia sedang berkumpul untuk menyerang kalian, maka takutlah kalian. (Peristiwa itu) malah menambah keimanan mereka dan mereka berkata : Cukuplah Allah bagi kami dan Di adalah sebaik-baik tempat menyerahkan diri”. (Surah Ali Imran : 173).
4. Sisi Manajemen Leadership Negara dan Pemerintahan
Tidak diragukan manajemen dan leadrseip/kepemimpinan Rasulullahshallallahu ‘alaihi wasalam atas negara dan pemerintahannya sangat sempurna dan tidak ada bandingannya dalam sejarah negara dan pemerintahan manapun di dunia.
Ada beberpa karakteristik Negara dan pemerintahan Rasulullah yang membedakanya dengan negara dan pemerintahan yang ada seperti Persia, Romawi dan sebagainya. Di antarnya :
A. Negara dan pemerintahan Rasulullah dibangun atas perintah Allah dengan landasan mentauhidkan Allah sebagai Tuhan Pemcipta alam semesta (Tauhid Rububiyyah), Tuhan yang berhak disembah (Tauhid Uluhiyyah/Ubudiyyah) dan Tuhan yang memeliki nama dan sifat yang amat agung, mulia dan sempurna (Tauhidul Asma’ dan As-Sifat). (As-Syura : 13 – 15)
B. Dalam menjalankan dan mememenej Negara dan pemerintahan, Raslullah berpegang teguh pada wahyu Allah dalam semua aspeknya seperti, aspek hukum, perundang-udangan, keuangan Negara, bisnis, ekonomi, pelayanan sosial, pendidkan, jihad (pertahanan dan keamanan) dan seterusnya. (Al-Maidah : 49 – 50). Dengan demikian, sandaran atau tempat tawakkal Rasulullah hanya Allah terwijud dalam kehidupan nyata.
C.Sebagai pemimpin tertinggi pemerintahan Islam, Rasulullah juga merangkap sebagai panglima perang. (Al-Anfal : 60 – 65)
D. Sebagai kepala Negara, Rasulullah juga sebagai Hakim Agung yang sangat adil dan tak pernah melakukan tebang pilih dalam penegakan hukum, kendati terhadap keluarga terdekat sekalipun. (An-Nisa’ :58 dan 65)
E. Sebagai kepala Negara, Rasulullah juga sebagai legislator dalam batas-batas yang Allah tentukan. (Al-Hasyar : 7) Bahkan Allah menjamin semua yang diucapkan dan diputuskan Rasulullah sudah sudah menjadi hukum dan peraturan dan dianggap sesuai dengan wahyu-Nya. (An-Najm : 2 -5) Jika tidak sesuai, Allah langsung menegur Beliau agar dibatalkan atau disesuaikan dengan wahyu-Nya. (At-Tahrim: 1)
F. Sebagai kepala Negara dan pemerintahan, Rasulullah juga sebagai Da’i (penyeru risalah Islam) utama dalam menyampaikan, mengajarkan, menerapkan dan mendakwahkan ajaran islam kepada umatnya dan kepada semua masnusia tanpa terkecuali, baik Arab maupun Ajam (non Arab). (Al-Ahzab : 45 – 48 dan Saba’ : 28)
G. Dalam praktek manajemen dan leadership Rasulullah dalam Negara dan pemerintahan, Beliau mampu memposisikan diri sebagai ayah, sebagai guru ilmu, sebagai guru ruhy (spiritual) dan sebagai panglima perang. Lengkaplah sudah sisi manajemen dan leadership yang Rasulullah ajarkan dan amalkan sehingga Beliau menjadi sosok keteladanan yang sempurna bagai orang yang mengharapkan syurga Allah dan bertemu dengan-Nya di akhirat kelak. (Al-Ahzab : 21)
Sesungguhnya rahasia keberhasilan manajemen dan leadership Rasulullahshallallahu ‘alaihi wasalam dalam semua sisi kehidupan seperti yang dijelaskan di atas merupakan taufiq dan bimbingan Allah Subahanahu Wata’ala. Rasulullah adalah hamba pilihan Allah yang sangat spesial sehingga memiliki sifat-sifat dan kepribadian yang sangat mulian dan sempurna dalam memenej dan memimpin negera dan kehidupan uamatnya. Jika kita ingin sukses dalam menjalankan kehidupan sekarang ini, baik sebagai anggota masyaralat, kepala rumah tangga, pemimpin kelompok/jamaah dakwah dan bahkan pemimpin Negara, kita harus siap mencontoh style manajemen dan leadership Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalam.
Syekh Yusuf Muhyiddin Fayiz Al-Asthul menjelaskan, tidak kurang dari 22 sifat manajerial dan leadership yang dimiliki Rasulullah. Semua sifat tersebut dapat dilihat dengan jelas melalui berbagai kasus dan kondisi yang dialami Rasulullah selama 23 tahun umur dakwah dan jihad yang Beliau jalankan. Ke 22 sifat tersebut ialah :
  1. Memiliki keinginan dan tekad baja.
  2. Sabar, lapang dada dan kemampuan menghadapi resiko.
  3. Rasa tanggung jawab yang sangat tinggi dan kemampuan memikulnya.
  4. Memiliki visi dan startegi jangka panjang.
  5. Mampu mengendalikan emosi sehingga setiap langkah dan strategi diputuskan dengan tenang, tidak dengan tergesa-gesa.
  6. Mengikatkan para pengikutnya kepada akidah, pemikiran dan prinsip-prinsip Islam, dan bukan kepada pribadi/manusia.
  7. Menjadikan Syura sebagai prinsip utama manajemen dan kepemimpinan.
  8. Fleksibelitas dalam penerapam kepemimpinan dalam hal-hal teknis dan tidak terkait prinsip.
  9. Menguasai dan memahami betul kemampuan setiap pengikut dan prajurutnya.
10. Mampu menyusun job description para prajurut dan Sahabatnya sesuai kapasitas dan kemampuan yang mereka miliki.
11. Terlibat secara langsung melakukan apa yang diperintahkan pada parajurit dan Sahabatnya.
12. Kemampuan menyimpan rahasia dan membuat alibi yang tepat, tanpa melakukan kebohongan.
13. Kemampuan mengenal psikologi musuh dan apa jalan yang tebaik untuk mempengaruhi mereka.
14. Kemampuan melakukan perang saraf.
15. Kemampuan meredam berbagai serangan dan pukulan berat yang datang dari musuh.
16. Tegar dalam prinsip dan mampu memenej masa-masa kritis dan issu negatif yang dimunculkan musuh.
17. Memahami berita dan kondisi politik negara-negara di sekitar serta perkembangannya.
18. Mengajarkan leadership kepada para Sahabat sejak dini.
19. Kemampuan mencetak para leader/qadah dalam berbagai lapangan.
20. Pemaaf dan toleran dalam hal-hal yang bukan prinsip.
21. Tawadhu’ (rendah hati) dan mau mendengarkan dengan baik masukan Sahabat dan prajuritnya sampai yang memebri masukan selesai berbicara.
22. Kemampuan mengontrol dan mengevaluasi.
Demilkianlah 4 sisi manajemen dan leadership/kepemimpinan Rasulullahshallallahu ‘alaihi wasalam. Tulisan pendek ini tentulah tidak mampu mencerminkan keindahan dan keistimewaan manajemen dan leadershipRasulullah dengan lengkap dan sempurna. Mari kita perlajari siroh Rasulullah secara mendalam agar kita dapat memahami bahwa dalam masa yang tidak terlalu lama, yakni 23 tahun dakwah, Rasulullah berhasil menerapkan semua nilai dan konsep Islam menjadi sebuah realitas kehidupan dalam semua aspeknya. Inilah yang memudahkan generasi-generasi berikutnya untuk meyakini, menerapkan dan mendakwahkan Islam ke seluruh penjuru alam.
Apa yang dijalankan dan dilakukan Rasulullah bukanlah perkara biasa, melaikan suatu mukjizat yang bermuara dari Kehendak dan Kekuasaan Allah Ta’ala, Tuhan semesta alam. Sedangkan Beliau tidak lain adalah manusia seperti manusia lainnya. Jika kita ingin mengulangi Mukjizat Robbani tersebut sehingga dapat mengeluarkan uamat Islam yang sedang terperosok ke dalam berbagai jurang kehidupan saat ini, maka tidak lain yang kita lakukan kecuali mengikuti apa yang dilakukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalamdan menjadikan Beliau sebagai teladan utama dalam semua sisi kehidupan.Kita tidak perlu mencari teladan lain selain Beliau karena hanya akan menyebabkan kegagalan demi kegagalan sebagaimana yang dialami umat Islam sekitar satu abad belakangan ini. Nilai dan manhaj yang dibawa Rasulullah sudah Allah rancang akan selalu sesuai dengan zaman, sampai dunia ini Allah hancurkan. Allah menjelaskan :
“Sungguh dalam diri Rasulullah itu terdapat keteladan yang yang baik bagi kalian; yakni bagi orang-orang yang berharap (berjumpa) Allah dan akhirat (syurga), dan mengingat Allah dengan banyak. Dan ketika kaum Mukmin melihat pasukan multinasional itu, maka mereka berkata : Ini adalah apa yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya dan benarlah Allah dan Rasul-Nya. Dan (peristiwa itu) tidak menambah bagi mereka kecuali keimanan dan penyerahan diri secara total (kepada Allah)”. (Surah Al-Ahzab : 21 & 22)
Yaa Rabb… Kami mencintai-Mu dan Rasul-Mu Muhammad shallallahu ‘alaihi wasalam, maka anugerahkanlah kepada kami kemampuan untuk menjadikan Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasalam teladan utama dalam menjalankan kehidupan ini agar kami selamat di dunia dan dapat berkumpul bersamanya kelak dalam syurga-Mu.

HUBUNGAN ANTARA AL KAHFI DAN HARI JUMAT

Kamis, 06 Februari 2014

Rasulullah menerangkan tentang satu jembatan di alam akhirat nanti. Jembatan itu dilukiskan”lebih halus daripada sehelai rambut dan lebih tajam daripada sebilah pedang.” Setiap orang yang pernah mengucapkan kalimat tauhid akan melintasi jembatan yang membentang di atas neraka.
”Dan tidak ada seorangpun daripadamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan.” (QS Maryam ayat 71)
Ini tentu saja merupakan peristiwa yang sangat menakutkan. Sebab tidak seorangpun yang tahu apakah dirinya akan sanggup selamat hingga ke ujung jembatan pada saat itu. Maka marilah kita pelihara dan selalu tingkatkan ketaqwaan kita. Sebab Allah ta’aala menjamin bahwa orang-orang bertaqwa pasti akan diselamatkan dari api neraka. Hanya mereka yang zalim-lah yang akan dibiarkan terjungkal dari jembatan dan merasakan siksa neraka.
“Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut.” (QS Maryam ayat 72)
Bahkan Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam menegaskan dalam sebuah hadits bahwa orang bertaqwa tidak akan merasakan panasnya neraka karena Allah ta’aala akan jadikan api neraka laksana api yang menyentuh Nabi Ibrahim’alihis-salaam, yakni terasa dingin dan selamat bagi muttaqin.
“Tidak ada orang sholeh dan orang jahat yang tersisa melainkan dia masuk ke neraka. Neraka itu dingin dan menyelamatkan bagi orang beriman, seperti halnya yang dialami Ibrahim sehingga neraka itu gaduh lantaran dinginnya mereka. Kemudian Allah ta’aala menyelamatkan orang-orang yang bertaqwa dan membiarkan orang-orang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut.” (HR Ahmad 13995)
Dan dalam hadits lainnya Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam memberikan kabar gembira bahwa orang-orang beriman yang sholeh akan dikeluarkan dari neraka karena amal baiknya.
“Dan tidak ada seorangpun darimu, melainkan mendatangi sekitar neraka itu.” Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: ”Seluruh manusia datang ke sekitar neraka, kemudian mereka keluar dari sana dengan amal baiknya.” (HR Ahmad 3927)
Maka, marilah kita persiapkan bekal cahaya sebanyaknya guna menerangi lintasan kita di atas jembatan tersebut kelak. Dan salah satu bentuk upayanya ialah dengan secara disiplin setiap hari Jum’at membaca surah Al-Kahfi.
“Sesungguhnya barangsiapa membaca surah Al-Kahfi pada hari Jum’at, niscaya ia akan diterangi oleh cahaya antara dua Jum’at.” (HR Hakim 3349)
Bila setiap hari Jum’at kita disiplin membaca surah Al-Kahfi, maka insyaAllah hidup kita sepanjang umur akan senantiasa deterangi cahaya untuk bekal keselamatan di akhirat, khususnya ketika melintasi jembatan di atas neraka

AYAT SERIBU DINAR DAN ARTIAN SERTA FAEDAHNYA

Selasa, 26 Februari 2013


AYAT SERIBU DINAR

Diceritakan seorang saudagar telah membayar sebanyak seribu dinar untuk mendapat ayat ini yang dikatakan fadhilatnya ialah mendapat menyelamatkan pembacanya dari malapetaka. Di dalam perjalanan pulang, kapal saudagar ini telah dipukul ombak dan beliau terus membaca ayat tersebut. Dengan izin Allah SWT, hanya beliau seorang saja yang terselamat dari bencana itu.
Di antara kelebihan dan fadhilat ayat seribu dinar ini ialah :
1. Di baca apabila kita hendak bertawakkal terhadap sesuatu perkara.
 2. Menghilangkan keresahan bila di baca di waktu resah. 3. Di baca ketika hendak menaiki kenderaan
4. Jikalau dibaca ayat ini kepada orang yang sedang sakit sebanyak 3 kali dan dihembuskan kepada si pesakit itu dan di jampi pada air sebanyak 3 kali diberi minum, insya’Allah si pesakit akan sembuh atas izin allah SWT.
dll



Ayat seribu dinar adalah ayat suci al-Quran dari surah Al-Talaaq ayat 2-3 :
Firman Allah SWT yang bermaksud :
{2}……dan sesiapa yang bertakwa kepada Allah (dengan mengerjakan suruhanNya dan meninggalkan laranganNya), nescaya Allah akan mengadakan baginya jalan keluar (dari segala perkara yang menyusahkannya),
{3} Serta memberinya rezeki dari jalan yang tidak terlintas di hatinya dan (Ingatlah), sesiapa berserah diri bulat-bulat kepada Allah, maka Allah cukuplah baginya (untuk menolong dan menyelamatkannya). Sesungguhnya Allah tetap melakukan segala perkara yang dikehendakiNya. Allah telahpun menentukan kadar dan masa bagi berlakunya tiap-tiap sesuatu.

CARA OVERCLOCK LAPTOP dan PC

Kamis, 29 November 2012
OVERCLOCK


   
                          adalah salah satu cara untuk meningkatkan kinerja suatu processor pada perangkat seperti laptop,tablet,pc,dll. menjadi di atas rata-rata. overclock ini membuta kinerja pc semakin cepat.tetapi cara ini mempunyai efek  :

1. Berkurangnya umur prosesor perangkat anda
2. Mudah panas dan resiko paling fatal ,bisa meledak kalau terlalu panas3. Hilang garansi4. Berkurangnya daya tahan baterai laptop/pc kita
efek positif:

1. Hemat biaya
2. Kinerja naik3. Menghemat waktu
                        jika naiknya suatu kinerja prosesor maka akan mempengaruhi juga arus listrik yang dibutuhkan dan pendinginan pada perangkat akan sangat dibutuhkan ,
bagi yang masih ingin overclock pcnya ini adalah caranya :
SOFTWARE YANG DIBUTUHKAN
2. CPU Z
3. Prime95
Setelah mendapatkan tool-tool di atas maka lakukan proses instalasi di laptop anda . Cara overclocking laptop :
Basic informasi komputer saya
LIHAT INFORMASI CPU
Lakukan Stress Test komputer dengan menjalankan Prime95
- Silahkan set worker prime sesuai keinginan anda.
- Pada saat Prime95 dijalankan maka CPU Process anda akan berada dikisaran: 98% – 100%.
- Tunggu sampai hasil worker, mendapatkan “Error Warning”.
- Hitung menit & detik ketika terjadi error.
Lanjutkan dengan menjalankan SetFSB
- Memunculkan current SetFSB.
- Silakan customize sesuai dengan keinginan anda.
- Jangan lupa untuk meng “Apply” “SetFSB”.
Yang perlu anda perhatikan adalah:
- Chipset yang dipakai di Laptop anda harus sesuai dengan Chipset setting di FSB atau Mendekati.
- Motherboard yang anda pakai.
- Clock generator name (Automatically / Bisa disesuaikan dengan informasi yang anda miliki).
Setting SetFSB sampai Batas Maximal
Lakukan test lagi pada Prime95 anda, sampai berapa menit bisa bertahan stress testnya
Semakin lama dalam melakukan “Stress test” maka laptop anda telah benar-benar mengalami peningkatan tanpa terjadi “error warning”. 
maka yang terjadi adalah performa perangkat anda semakin bertambah
tapi INGAT pada efek samping OVERCLOCKING ini


GOOD LUCK


PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA KEHIDUPAN DI KAMPUS

Senin, 26 November 2012


Pancasila sebagai paradigma dimaksudkan bahwa Pancasila sebagai sistem nilai acuan, kerangka-acuan berpikir, pola-acuan berpikir; atau jelasnya sebagai sistem nilai yang dijadikan kerangka landasan, kerangka cara, dan sekaligus kerangka arah/tujuan bagi ‘yang menyandangnya’.


            Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang pancasila sebagai paradigma kehidupan kampus. Kehidupan kampus yang kita ketahui terdiri dari beberapa elemen, yaitu : mahasiswa, dan dosen. Sekelompok elemen tersebutlah yang mengisi kehidupan kampus setiap harinya. Fungsi dari kampus itu sendiri adalah selain untuk wadah sarana pendidikan juga sebagai tempat menimba/mendapatkan ilmu, dimana elemen mahasiswa memegang peran utama dalam mengatur, mengendalikan, dan mentaati segala peraturan yang ada di kampus. Pancasila sebagai landasan yang utama tidak hanya berlaku dalam satu unsur saja, namun terdapat dalam berbagai unsur yaitu : ilmu pengetahuan, hukum, HAM, sosial politik, ekonomi, kebudayaan, dll. Dalam arti, bahwa pancasila bisa diterapkan dan dijalankan dalam unsur-unsur tersebut sesuai dengan nilai-nilai yang terdapat pada pancasila tersebut (sila ke-1 s/d sila ke-5). 

Kampus yang terdiri dari 2 elemen, tentunya memiliki jumlah kapasitas yang besar. Maksudnya adalah, dalam kampus tidak hanya terdiri dari beberapa orang namun terdiri dari ratusan bahkan ribuan orang. Tentunya setiap orang memiliki keyakinan agama yang berbeda. Seperti kita ketahui kita mengenal adanya 5 agama  (kristen, katholik, islam, budha, hindu). Sehingga perlulah pola/acuan berfikir untuk tidak melakukan sikap diskriminatif terhadap agama yang satu dengan yang lain, kaum mayoritas dengan kaum minoritas. Agar nilai-nilai agama yang kita punya tidak menimbulkan pelanggaran melainkan contoh bagi orang lain. Sebagaimana yang terdapat pada sila ke-1 dalam pancasila. 

Selain itu, setiap mahasiswa juga berhak untuk mendapatkan suatu prestasi ketika mahasiswa tersebut sudah melaksanakan kewajibannya (IPK). Hal ini berkaitan dengan nilai kemanusiaan yang terdapat dalam sila ke-2, dimana mahasiswa berhak mendapatkan haknya ketika kewajibannya sudah dilakukan. Namun perlu juga kesesuaian antara kewajiban yang dilakukan dengan hak yang diterima. Kemudian, dalam pergaulan kampus semakin sulit dibedakan antara mahasiswa yang senior dengan yang junior karena ketika golongan tersebut menyatu terkadang mempunyai sikap yang kurang sopan ketika berbicara & berperilaku. Sehingga nilai moral yang ada tidak sesuai lagi dengan perilaku yang sebagaimana mestinya. 

Banyaknya orang yang terdapat dalam kampus, juga mempunyai berbagai keanekaragaman. Contohnya: suku, bahasa, dan budaya. Keanekaragaman tersebut cenderung membuat kita terkadang malu atau bahkan tidak mengakui. Sehingga terkadang timbulah suatu perpecahan antar mahasiswa, walaupun tidak dalam skala yang besar. Paradigma yang seharusnya dilakukan adalah menjadikan keanekaragaman ini sebagai landasan bahwa semua orang dapat menyatu, menghargai, dan mengakui  walaupun terdapat beberapa perbedaan dalam hal bahasa dan budayanya. Paradigma tersebut telah tertanam dalam pancasila sila ke-3 sebagai nilai persatuan. 

Kemudian, kampus yang adalah sebagai wadah tentunya tidak secara langsung berdiri sendiri. Pasti ada proses dan orang yang memegang peranan dalam hal tersebut. Maka, antara pihak kampus dengan mahasiswa yang ada didalamnya harus mempunyai sikap yang transparan dan bijaksana. Sehingga tidak menimbulkan konflik antara kedua lapisan tersebut. Paradigmanya adalah agar tercapainya suatu tujuan yaitu pendidikan yang bermutu dan berkualitas baik, mempunyai makna bahwa pendidikan dari mahasiswa, oleh mahasiswa, dan untuk mahasiswa seperti yang tertuang dalam pancasila sila ke-4 sebagai nilai kerakyatan. 

Seiring dengan perkembangan jaman dimana terjadi perpindahan orde dari orde lama ke orde baru, nilai-nilai pancasila pun semakin dilupakan. Padahal dengan pancasila tersebutlah segala sesuatunya menjadi sangat berharga. Pancasila yang terdapat dalam unsur ilmu pengetahuan berkaitan juga dengan kehidupan kampus, karena kampus sendiri mempunyai tujuan yang berkaitan dalam ilmu pengetahuan. Paradigma kehidupan yang terdapat dalam kampus adalah dimana dalam setiap kehidupan sehari-harinya terdapat interaksi antara dosen dengan mahasiswa . Sesuai dengan nilai keadilan yang terdapat dalam sila ke-5, menyatakan bahwa keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia. Hubungannya apa?  Kampus sebagai wadah yang tepat dalam mendapatkan ilmu, menandakan bahwa dosen adalah seorang pengajar dan mahasiswa adalah sebagai pelajar. Artinya,dosen harus mensejahterakan mahasiswanya dengan menuangkan ilmu yang dia punya kepada mahasiswanya tanpa harus melakukan perbedaan dalam mendapatkan ilmu agar terciptanya suatu elemen mahasiswa yang pintar, radikal, dan berkompeten dalam bidangnya. 

Jadi, pancasila sebagai landasan yang utama harus dijaga, dilakukan, dan ditaati nilai-nilainya agar setiap nilainya tersebut dapat membawa bangsa ini menjadi bangsa yang bermartabat dan sederajat dengan negara lainnya.

http://endypardamean92.blogspot.com
(source : 
Copyright @ 2013 trik n tips. Designed by Templateism | MyBloggerLab

my tweet

About Metro